50 papan buletin populer teratas
[seluruh] Akhir dari Boy's Time, mengapa ulasannya terbagi? Lihat alur cerita, fakta, dan interpretasi sekaligus!
Akhir dari Boy's Time, mengapa ulasannya terbagi? Lihat alur cerita, fakta, dan interpretasi sekaligus!
Sudahkah Anda menonton miniseri asli Netflix Adolescence? Meskipun hanya serial 4 bagian, serial ini telah menjadi topik hangat di kalangan pemirsa karena penyutradaraannya yang kuat dan pesannya yang kontroversial. Khususnya, akhir dari Boy's Time mengundang reaksi beragam. Dalam artikel ini, saya akan merangkum alur ceritanya, apakah berdasarkan kisah nyata, dan interpretasi terhadap karya tersebut.
1. Plot The Boy's Time – Penangkapan Seorang Anak yang Mengejutkan
Boy's Time mengikuti peristiwa yang terjadi ketika Jamie Miller yang berusia 13 tahun ditangkap karena pembunuhan teman sekelasnya . Sungguh mengejutkan melihat dia, yang tampak seperti pelajar biasa, dibawa pergi oleh polisi.
Proses penangkapan
Pagi-pagi sekali, tim SWAT menyerbu rumah Jamie dan menangkapnya. Keluarganya putus asa, tidak menyadari apa yang telah terjadi, dan Jamie berteriak minta tolong. Namun polisi mengatakan mereka memiliki bukti yang jelas mengenai pembunuhan itu dan menangkapnya.
Selama pemeriksaan di kantor polisi, Jamie tetap bersikeras tidak bersalah, tetapi polisi merilis rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya mengikuti korban, Katie. Rekaman itu menunjukkan Jamie mengikuti Katie dan keduanya bertengkar.
Mendapatkan bukti
Polisi pergi ke sekolah Jamie untuk menanyai teman-teman dan guru-gurunya guna mengetahui apa yang terjadi. Teman-temannya bersaksi bahwa Jamie menyukai Katie tetapi menjadi marah setelah Katie menolaknya, dan beberapa siswa mengatakan bahwa Jamie menjadi kasar.
Namun teman-teman lainnya mengatakan Katie secara kolektif mengucilkan Jamie dan secara terbuka mengejeknya di media sosial. Polisi mencari senjata yang diduga digunakan Jamie, dan akhirnya salah satu teman Jamie ditangkap sebagai kaki tangan setelah diketahui bahwa dialah yang memberinya pisau dapur.
Episode 3 – Munculnya Sang Konselor
Setelah dikirim ke tahanan remaja, Jamie menerima konseling psikologis. Konselor itu menyelidiki batin Jamie, mengajukan pertanyaan tiada henti tentang kondisi emosionalnya dan persepsinya terhadap wanita. Awalnya Jamie merasa takut, tetapi lama-kelamaan ia menjadi marah dan gelisah secara emosional.
Selama sesi tersebut, dia berbicara terus terang tentang perasaannya terhadap Katie, tetapi kemudian menjadi kasar dan menolak pertanyaan konselor. Saat kecenderungan agresif Jamie terungkap selama proses berlangsung, pemirsa mulai mempertanyakan kesalahannya.
Episode 4 – Ujian Keluarga dan Petunjuk Twist
Dengan persidangan yang tinggal sebulan lagi, keluarga Jamie terisolasi secara sosial dan berada di bawah tekanan ekstrem. Orangtua Jamie masih yakin bahwa putra mereka tidak bersalah, tetapi penduduk kota bersikap bermusuhan terhadap keluarga tersebut.
Sementara itu, Jamie berbicara dengan keluarganya saat ia mempertimbangkan untuk mengaku bersalah agar hukumannya dikurangi. Sementara itu, ayah Jamie mendengar dari seorang karyawan toko perangkat keras bahwa "insiden itu tampaknya dibuat-buat."
Pernyataan ini meninggalkan penonton dengan kemungkinan baru dan akhir yang terbuka , mengisyaratkan bahwa kebenaran kasus tersebut belum terungkap.
2. Boy's Time Ending - Mengapa kontroversial?
Alasan mengapa akhir Boy's Time berbeda di episode selanjutnya adalah sebagai berikut.
1) Teknik pengambilan gambar sekali ambil – imersi vs. kebosanan
Setiap episode menggunakan teknik one-take, berdurasi 60 menit tanpa pemotongan. Hal ini memungkinkan Anda merasakan ketegangan akting para aktor secara langsung, tetapi di sisi lain, beberapa orang mengatakan bahwa pengembangan plotnya terlalu lambat dan membuat frustrasi.
2) Siapa pelaku sebenarnya?
Meski ada bukti CCTV, disebutkan di akhir bahwa insiden itu mungkin direkayasa. Hal ini membuat pemirsa terus berdebat, "Apakah Jamie benar-benar pelakunya?"
3) Adegan konseling psikologis – pesan yang mendalam vs. Adegan yang tidak perlu
Dalam Episode 3, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh konselor psikologis secara langsung membahas masalah maskulinitas remaja dan perundungan di media sosial yang menjadi masalah dalam masyarakat modern. Namun, beberapa penonton bereaksi dengan mengatakan bahwa adegan itu "terlalu panjang dan tidak perlu."
3. Apakah kisah Boy's Time itu benar?
Meskipun Boy's Time tidak didasarkan pada kejadian sebenarnya, dikatakan bahwa film ini terinspirasi oleh kenyataan.
|
Kejadian serupa sebenarnya telah terjadi dalam kehidupan nyata, dan produser menyatakan, "Saya merencanakan karya tersebut setelah menonton berita terkini tentang kejahatan remaja."
4. Interpretasi Waktu Anak Laki-laki – Masalah Bullying di Media Sosial dan Tanggung Jawab Sosial
Boy's Time bukan sekedar drama kriminal biasa. Karya ini secara realistis membahas penindasan, pelecehan, dan pengucilan kelompok yang dialami remaja di media sosial.
^ Trailer Resmi Boy's Time
1) Arti 'hati kuning' yang digunakan di SNS
Dalam film tersebut, korban, Katie, mengirim emoji 'hati kuning' kepada Jamie. Terungkap bahwa hal itu bukan sekadar ungkapan kasih sayang, melainkan dimaksudkan sebagai ejekan dengan mengatakan, "Dasar pecundang yang tidak bisa berkencan dengan seorang gadis."
2) Hubungan antara bullying dan kekerasan
Jamie telah lama diejek di media sosial, dan tekanan psikologis menumpuk hingga meledak. Adegan ini menunjukkan "betapa berbahayanya kekerasan di sekolah dan perundungan siber" .
3) Dibutuhkan sebuah desa untuk membesarkan seorang anak.
Karya tersebut menyampaikan pesan bahwa orang tua, sekolah, dan masyarakat perlu bersama-sama memikirkan masalah anak. Setelah kejadian tersebut, keluarga tersebut dikubur secara sosial, menekankan bahwa kenakalan remaja bukan sekadar masalah individu.
5. Pemikiran pribadi tentang akhir Boy's Time
Berakhirnya Boy's Time di Netflix, Alasan Mengapa Ulasan Terbagi Jelas Sebab, karya tersebut bukanlah sekadar cerita kriminal biasa, tetapi sebuah karya yang menyampaikan pesan sosial.
Film ini diterima dengan baik oleh mereka yang lebih menyukai akhir yang terbuka karena kebenaran insiden tersebut tidak terungkap dengan jelas. Sebaliknya, bagian akhir film ini kurang memuaskan bagi sebagian penonton karena perkembangannya yang membuat frustrasi dan akhir yang tidak bersahabat. |
Namun yang pasti, drama ini mengangkat isu permasalahan kriminalitas remaja dan perundungan di media sosial.
Jika Anda penasaran dengan akhir Boy's Time, tontonlah dan nilai sendiri. Pengambilan gambar yang menegangkan dalam satu adegan dan perkembangan cerita yang mengejutkan akan meninggalkan kesan abadi.
-
Ingin tahu lebih banyak film/drama?
Penulis 메추리알쏙쏙
Laporan 소년의 시간 결말, 후기 갈리는 이유? 줄거리, 실화, 해석 한 번에 보기!
- Kata-kata kotor/meremehkan
- kecabulan
- Konten promosi dan postingan wallpaper
- Paparan informasi pribadi
- Memfitnah orang tertentu
- dll.
Jika ada laporan palsu, pembatasan penggunaan layanan mungkin berlaku.
Anda mungkin dirugikan.