후쿠시 소우타 우익 발언 좀 깬다
[seluruh] Kontroversi Fukushi Souta? Instagram, Profil, Kim Seon-ho, Go Yoon-jung, Aktor, Bisakah Cinta Ini Diterjemahkan?
Kontroversi terus berlanjut setelah Sota Fukushi terpilih untuk berperan dalam drama Netflix berjudul Can This Love Be Translated?
Kita akan mulai dengan pengenalan peran Hiro, membahas pernyataan-pernyataan bunuh diri yang pernah ia lontarkan di masa lalu, dan merangkum isu-isu utama seputar kecurigaan sayap kanan.
1. Mengapa kontroversi Fukushi Souta kembali mencuat?
Drama Netflix "Can This Love Be Translated" adalah karya terbaru dari Hong Sisters, dan telah menjadi topik hangat bahkan sebelum dirilis.
Meskipun karya ini menempatkan romansa melampaui bahasa dan batas-batas negara sebagai prioritas utama,
Begitu dirilis, kontroversi di luar karya tersebut mulai menarik perhatian.
Inti permasalahannya adalah pemilihan aktor Jepang Souta Fukushi. Reaksi di kalangan penonton domestik dengan cepat menyebar, mempertanyakan, "Mengapa aktor ini?" Hal ini melampaui sekadar suka dan tidak suka, dan memunculkan pertanyaan tentang masa lalunya.
2. Karakter seperti apa Hiro dalam drama “Can This Love Be Translated?”
Hiro, yang diperankan oleh Souta Fukushi, adalah aktor papan atas Jepang yang tampil di acara variety show kencan global.
Meskipun dari luar dia tampak sebagai orang yang sempurna dan berhati dingin, dia terus-menerus
Karakter tersebut digambarkan sebagai seseorang yang hidup di bawah tekanan untuk membuktikan dirinya.
Dalam drama tersebut, Hiro awalnya merasa tidak nyaman dengan Cha Mu-hee, yang tidak mengenalinya.
Lambat laun, saya merasa tersentuh oleh sikapnya yang jujur dan bersahaja. Hubungan ini melampaui sekadar percintaan biasa.
Hal ini melambangkan proses menghubungkan emosi lintas bahasa dan budaya yang berbeda.
3. Profil dan popularitas Fukushi Souta di Korea
Souta Fukushi lahir di Tokyo, Jepang pada tahun 1993. Dengan tinggi 183 cm dan citra yang lembut, ia telah populer sejak debutnya.
Ia mendapat julukan "Pria Muda Bangsa" dan meraih pengakuan publik melalui "Kamen Rider Fourze."
Film "Aku Akan Bertemu Denganmu Besok, Kemarin" sering disebut-sebut sebagai mahakarya romantis di Korea.
Hal itu menjadi kesempatan untuk mengamankan basis penggemar Korea. Namun, sepanjang kariernya, ia dikritik karena kemampuan aktingnya dan keterbatasan jangkauan ekspresinya.
Saya mengikuti dengan saksama.
- Instagram Fukushi Souta: @fukushi_sota_official
4. Isu-isu Utama: Pernyataan Kamikaze dan Kecurigaan Sayap Kanan
Kontroversi ini bermula dari sebuah program khusus di Fuji TV pada tahun 2015 untuk memperingati 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Saat itu, Souta Fukushi adalah seorang pilot kamikaze.
Saya berpartisipasi dalam wawancara dengan seorang penyintas pasukan khusus, dan siaran tersebut menyertakan adegan di mana saya membacakan surat wasiat anggota pasukan khusus tersebut.
Selama proses ini, sebuah komentar yang dapat diartikan sebagai "menghormati kakek saya" disiarkan dan menjadi masalah.
Di Jepang, film ini diterima sebagai film dokumenter yang menyoroti tragedi perang, tetapi di kalangan penonton Korea, film ini dipandang sebagai simbol imperialisme Jepang.
Kritik telah dilayangkan bahwa narasi tersebut berfokus pada 'pengorbanan' daripada tanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.
Adegan ini kembali menyebar, menghidupkan kembali kontroversi tentang glorifikasi perang dan membangkitkan kembali kecurigaan akan pengaruh sayap kanan.
5. Apakah kecurigaan sayap kanan itu benar? Dan pertanyaan apa yang masih tersisa?
Sampai saat ini, belum ada catatan yang dikonfirmasi bahwa Fukushi Souta secara langsung menyatakan kecenderungan politik atau ideologi sayap kanan tertentu. Beberapa pihak menafsirkan siaran yang dimaksud sebagai film dokumenter yang berpusat pada kesaksian para penyintas.
Namun, alasan kontroversi ini tidak mudah mereda adalah karena belum ada penjelasan resmi dari aktor, tim produksi, atau platform sejak kontroversi tersebut kembali mencuat. Proses pemilihan pemeran berlangsung tanpa penjelasan spesifik apa pun.
Ketidaknyamanan para penonton pasti akan meningkat.
6. Mengapa dia dipilih? Itu pilihan Netflix.
Meskipun demikian, alasan pemilihan Fukushi Sota sebagai pemeran relatif jelas. Dengan mempertimbangkan pengalamannya dalam produksi global, kemampuannya menggunakan bahasa asing, profilnya yang tinggi di Jepang, dan citra romantisnya, kesesuaiannya dengan konsep acara ini sangat jelas.
Namun, ada kekhawatiran tentang apakah sensitivitas historis telah cukup diperhitungkan dalam konten yang terutama ditujukan untuk pemirsa Korea.
Masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Mengapa Fukushi Souta kontroversial?
Pada tahun 2015, komentar dan produksi terkait Pasukan Serangan Khusus Kamikaze dalam siaran Jepang memicu kontroversi di Korea karena ditafsirkan sebagai pengagungan perang.
Q2. Adakah bukti bahwa Fukushi Souta adalah aktor sayap kanan?
Tidak ada catatan yang menunjukkan bahwa dia secara langsung mengungkapkan kecenderungan politik atau ideologi sayap kanan tertentu.
Q3. Mengapa pemilihan pemeran untuk “Can This Love Be Interpreted” sangat bermasalah?
Hal ini karena seorang aktor dengan sejarah kontroversi dipilih untuk berperan dalam sebuah produksi yang terutama ditujukan untuk penonton Korea tanpa penjelasan apa pun.
Q4. Apakah sudah ada pernyataan resmi dari para aktor atau tim produksi?
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dari Fukushi Souta sendiri, tim produksi, atau Netflix.