50 papan buletin populer teratas
[Ongoing] [Bingeui-geul Yoon Jeonghan Seventeen] Kenapa adik gurunya ada di sana? Episode 6
✎ Penulis: jhHedgehog546
★ Peringkat: 6,43 poin
⚇ Dilihat: 53
.
.
.
.
Percakapan yang kami lakukan di taman bermain terus terputar di kepalaku.
"Kamu nggak tahu itu, kan? Aku sering lihat wajahmu waktu aku jadi ketua kelas."
"Saya bukan tipe orang yang mengatakan apa saja."
Kata-kata yang diucapkan Jeonghan dengan santai hari itu menyentuh hatiku. Rasanya bahkan lebih aneh lagi, betapa mudahnya aku memberi makna pada sekaleng soda atau sebatang cokelat sekalipun.
Apakah ini hanya lelucon atau mereka memang sedikit peduli padaku?
.
Keesokan paginya, saat memasuki gerbang sekolah, aku melirik ke jendela kelas tanpa sadar. Apa Jeonghan sudah di kelas? Lucu juga membayangkannya.
Saat aku sedang berusaha menenangkan diri, kulihat Jeonghan perlahan masuk dari ujung lorong. Langkahnya yang lesu, raut wajahnya yang santai, dan tatapannya yang sekilas. Hatiku mencelos melihat tatapan singkat itu.
“Ketua kelas, apakah kamu sudah mengatur datanya kemarin?”
Jeonghan datang ke tempat dudukku dan bertanya.
“Ya, tapi kenapa?”
"Tunjukkan nanti. Aku ingin melihatnya."
"Apa?"
“Bukan datanya, tapi kamu.”
Sesaat, kelas terasa riuh, tetapi kemudian, dengan satu kata itu, semua kebisingan seakan berhenti. Aku merendahkan suaraku tanpa alasan, takut menarik perhatian anak-anak.
“Hei, jangan katakan itu di depan anak-anak.”
"Apa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya."
Jeonghan melirikku dan tersenyum nakal. Senyumnya tidak menunjukkan kebencian atau kekesalan, hanya saja membuat jantungku berdebar kencang.
.
Saat makan siang, Eun-jeong mendatangi saya dan menanyakan sesuatu.
“Apa sebenarnya yang kalian miliki?”
“Berapa kali aku harus mengatakan tidak?”
“Tapi kenapa dia hanya tersenyum saat melihatmu?”
“Kurasa itu lucu…”
Akhir kalimatnya tidak jelas, lalu Jeonghan muncul dari belakang.
"Ketua Kelas, jangan khawatir soal makan apa. Aku akan mengantre untukmu hari ini."
"Apa? Nggak apa-apa. Kenapa kamu terus-terusan—"
“Jika kamu diam saja, aku juga akan merasa nyaman.”
Jeonghan mengambil nampan dan memimpin. Aku mengikutinya, dan ekspresinya begitu santai seolah dia tahu segalanya. Jantungku berdebar kencang.
“Kenapa kamu seperti ini?”
Saat aku bertanya dengan berbisik, Jeonghan memalingkan wajahnya sejenak.
“Kenapa, kamu bingung?”
“…Siapa yang bingung?”
“Apakah kamu terlihat seperti itu sekarang?”
Kata-katanya selalu terdengar seperti candaan, tapi anehnya, terdengar tulus. Terkadang, aku bertanya-tanya, "Bagaimana kalau dia benar-benar menyukaiku? Tapi di saat yang sama, bagaimana kalau aku hanya salah paham?" Kecemasan itu membuatku berusaha menjauh, tapi ketika Jeonghan melangkah lebih dekat, aku tak bisa menolak.
Dalam perjalanan pulang dari kantor guru setelah kelas, materi cetak berserakan di lantai. Saat aku buru-buru mengambilnya, seseorang diam-diam menghampiriku dan ikut bergabung. Aku mendongak dan ternyata Jeonghan.
“Kenapa kamu begitu bingung?”
“Jangan mengejutkanku.”
“Saat aku melihatmu, aku ingin menjagamu.”
Untuk sesaat, saya terengah-engah.
“Hei, jangan katakan hal seperti itu.”
"Aku tidak akan melakukannya sembarangan. Aku hanya akan melakukannya padamu."
Dia menatap mataku saat dia mengumpulkan semua kertas dan menyerahkannya.
“Kurasa aku sangat menyukaimu.”
.
.
.
Penasaran dengan apa selanjutnya? 🤔
.
.
.
.
.
.
.
👇klik👇
![]() |
Klik untuk episode 7 "Mengapa Adik Guru Ada di Sana?" |
<Guru, mengapa adikmu ada di sana?Klik untuk episode lengkap > |
⚠️Postingan ini adalah karya seni berharga yang ditinggalkan oleh seorang penulis fanfic Fanplus. Komentar apa pun yang mengandung fitnah, penghinaan, atau bahasa kasar terkait konten fanfic ini akan mengakibatkan penangguhan dan penarikan dari fandom tanpa pemberitahuan.
⚠️Reproduksi atau distribusi konten situs ini tanpa izin merupakan pelanggaran hak milik hak cipta berdasarkan Pasal 97 Undang-Undang Hak Cipta dan dapat mengakibatkan tindakan hukum berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta.